Departemen Administrasi Bisnis UNDIP Dampingi UMKM Desa Kesongo dalam Pengembangan Pemasaran Digital

Semarang, 2026 – Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas digital marketing UMKM kerajinan di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini merupakan implementasi keilmuan dosen di bidang strategi pemasaran, khususnya digital marketing, sekaligus upaya peningkatan kualitas dosen Administrasi Bisnis melalui praktik langsung di lapangan. Program ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa dalam pendampingan berbasis pemecahan masalah yang dihadapi pelaku UMKM.

Program ini dirancang sebagai media pembelajaran kontekstual bagi dosen dalam mengaplikasikan konsep Segmenting, Targeting, Positioning (STP), branding, serta digital marketing dalam kondisi nyata. Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengrajin bambu dalam mengelola pemasaran digital secara terstruktur, membangun identitas merek, serta memperluas akses pasar melalui media sosial dan marketplace. Fokus kegiatan mencakup penguatan strategi pemasaran digital, peningkatan literasi teknologi, serta optimalisasi pemanfaatan platform digital untuk mendukung penjualan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) bersama pengrajin bambu untuk mengidentifikasi permasalahan utama, seperti rendahnya penggunaan media sosial, belum adanya strategi konten, serta minimnya pemanfaatan marketplace. Tahap ini juga mencakup pengumpulan data awal terkait omzet, jumlah produk, dan kanal pemasaran yang digunakan sebagai dasar penyusunan program. Hasil identifikasi kemudian menjadi acuan dalam merancang pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mitra.

Selanjutnya, tim pengabdian menyelenggarakan pelatihan teknis berbasis praktik yang meliputi workshop penyusunan brand identity, pembuatan konten digital, serta pengelolaan media sosial dan marketplace. Pengrajin dilatih melakukan fotografi produk menggunakan smartphone, menyusun caption persuasif, serta membuat kalender konten pemasaran. Selain itu, dilakukan pelatihan pembuatan akun marketplace, pengunggahan produk, serta simulasi transaksi dan pengiriman. Kegiatan ini juga mendorong pengembangan diversifikasi produk sebagai pendukung strategi pemasaran digital agar katalog produk lebih variatif dan menarik.

Pada tahap implementasi, pengrajin didampingi dalam penerapan teknologi sederhana seperti penggunaan Instagram bisnis, TikTok, dan marketplace, serta pembuatan katalog digital menggunakan aplikasi desain sederhana. Selain itu, dilakukan pelatihan pencatatan penjualan berbasis digital untuk membantu mitra dalam melakukan evaluasi kinerja usaha. Tim pengabdian secara berkala melakukan monitoring terhadap perkembangan konten, engagement, serta transaksi penjualan guna memastikan strategi digital marketing berjalan secara optimal.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengrajin dalam mengelola pemasaran digital, membangun brand awareness, serta memperluas jangkauan pasar. Media sosial mulai dikelola secara lebih terstruktur, marketplace mulai dimanfaatkan sebagai kanal penjualan, serta terjadi peningkatan potensi transaksi dan omzet usaha. Melalui kegiatan ini, Departemen Administrasi Bisnis UNDIP menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadikan kegiatan ini sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas dosen melalui implementasi langsung keilmuan di bidang strategi pemasaran digital.

You cannot copy content of this page