Semarang, 19 April 2026 – Semarang, 2026 – Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta kesiapan dalam mengakses pembiayaan formal.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dinalestari Purbawati, S.E., M.Si., Akt. bersama tim dosen yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. Ngatno, MM., Dr. Andi Wijayanto, S.Sos., M.Si., Gilda Maulina, S.AB., M.AB., serta Tita Alfaricha, S.AB., MBA.. Dalam pelaksanaannya, tim dosen terlibat langsung dalam memberikan pelatihan serta pendampingan kepada pelaku UMKM di lapangan.
Secara umum, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara terstruktur. Permasalahan yang dihadapi antara lain belum adanya pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, belum tersusunnya laporan arus kas sederhana, serta keterbatasan pemahaman terhadap akses pembiayaan formal yang aman dan terjangkau.
Sebagai solusi, tim pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan yang difokuskan pada penyusunan arus kas usaha, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta peningkatan literasi terhadap produk keuangan formal. Menurut Dinalestari Purbawati, S.E., M.Si., Akt., kemampuan dalam menyusun laporan keuangan sederhana menjadi salah satu kunci bagi pelaku UMKM untuk dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah dan terarah.
Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan pelaku UMKM secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, pelatihan praktik, hingga pendampingan. Pendekatan ini bertujuan agar materi yang diberikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
Tahap awal kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha yang terpisah dari keuangan rumah tangga serta manfaat memiliki laporan keuangan sederhana. Pada tahap ini juga dilakukan pengenalan tujuan program serta alur pelaksanaan kegiatan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penyusunan arus kas usaha. Peserta dilatih untuk mencatat aliran kas masuk dan keluar secara periodik, serta memahami pentingnya pengelolaan arus kas dalam menjaga stabilitas usaha. Fokus utama pada tahap ini adalah membangun disiplin dalam pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga serta perencanaan keuangan yang lebih terstruktur.
Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan terkait perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan margin sebagai dasar dalam menentukan harga jual produk. Pemahaman ini penting agar pelaku UMKM dapat menetapkan harga yang lebih rasional dan sesuai dengan kondisi biaya usaha.
Kegiatan selanjutnya adalah simulasi akses pembiayaan mikro dan peningkatan literasi terhadap produk keuangan formal, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan mikro perbankan. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai persyaratan administratif, pentingnya dokumen keuangan, serta simulasi penyusunan proposal pengajuan kredit. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai risiko pinjaman informal dan pentingnya memilih lembaga keuangan resmi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Kesongo mampu menyusun laporan arus kas sederhana, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta memiliki pemahaman yang lebih baik terkait akses pembiayaan formal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas keuangan usaha serta membuka peluang pengembangan usaha ke arah yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi Departemen Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penerapan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.