Semarang – Program Equity Program – Joint Supervision Administrasi Bisnis FISIP Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan akademik internasional bertajuk “Sustainability Marketing Without Greenwashing: Building Consumer Trust Through Authentic Action” pada Rabu, (10/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi akademik internasional antara Universitas Diponegoro dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Kegiatan ini menghadirkan Associate Professor Dr. Zuraidah Sulaiman dari Universiti Teknologi Malaysia sebagai speaker utama, serta Robetmi Jumpakita Pinem, Ph.D. dari Universitas Diponegoro sebagai discussant. Webinar membahas pentingnya sustainability marketing serta tantangan greenwashing yang semakin banyak ditemukan dalam praktik bisnis modern.
Dalam pemaparannya, Dr. Zuraidah Sulaiman menjelaskan bahwa sustainability bukan hanya mengenai isu lingkungan, tetapi juga mencakup keseimbangan antara aspek people, planet, dan profit. Konsep sustainability marketing dinilai lebih luas dibanding green marketing karena mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Materi juga menyoroti pentingnya organisasi memahami sustainability marketing di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan. Perusahaan dengan eksposur brand tinggi, industri yang sangat bergantung pada sumber daya alam, hingga organisasi dengan reputasi lingkungan yang kuat dinilai perlu membangun strategi komunikasi keberlanjutan secara autentik dan bertanggung jawab.
Salah satu pembahasan utama dalam webinar ini adalah fenomena greenwashing, yaitu praktik penyampaian informasi yang menyesatkan mengenai klaim ramah lingkungan suatu produk atau perusahaan. Dijelaskan bahwa greenwashing terjadi ketika terdapat kesenjangan antara komitmen keberlanjutan yang disampaikan perusahaan dengan praktik nyata yang dilakukan organisasi.
Dalam sesi materi, peserta juga diperkenalkan pada konsep The Six Sins of Greenwashing, yang meliputi hidden trade-off, no proof, vagueness, irrelevance, lesser of two evils, dan worshipping false labels. Melalui berbagai studi kasus perusahaan global, mahasiswa diajak memahami bagaimana strategi pemasaran hijau yang tidak autentik justru dapat merusak kepercayaan konsumen dan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.
Selain itu, webinar turut membahas berbagai tantangan implementasi sustainability marketing, seperti tingginya biaya riset dan pengembangan, rendahnya kesadaran konsumen terhadap produk hijau, serta kecenderungan perusahaan menggunakan kampanye hijau semata untuk kepentingan citra merek. Pemanfaatan sustainability communication yang jujur, transparan, dan konsisten dinilai menjadi kunci utama dalam membangun consumer trust di era digital saat ini.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga diajak untuk lebih kritis dalam menilai kampanye sustainability yang dilakukan perusahaan. Peserta didorong untuk memahami bahwa sustainability sejati bukan sekadar menciptakan citra hijau (green image), melainkan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis. ?
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan global mengenai pentingnya authentic sustainability marketing dalam membangun loyalitas konsumen dan reputasi organisasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjadi future business leaders yang lebih adaptif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan bisnis berkelanjutan di masa depan.
Penyelenggaraan kegiatan internasional ini menjadi bentuk komitmen FISIP Universitas Diponegoro dalam memperluas perspektif global mahasiswa serta memperkuat kolaborasi akademik internasional dalam bidang bisnis dan sustainability.
