Temanggung – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN-T IDBU 21 UNDIP resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Kegiatan tersebut diawali melalui Acara Penyambutan Mahasiswa KKN-T IDBU 21 Universitas Diponegoro di Desa Campuranom yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Campuranom pada Senin, 22 Juni 2026.
Acara penyambutan berlangsung pada pukul 10.00–11.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Pemerintah Kecamatan Bansari, serta masyarakat Desa Campuranom. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan KKN-T IDBU 21 UNDIP yang berlangsung selama 43 hari, mulai 20 Juni hingga 2 Agustus 2026.
Tim KKN-T IDBU 21 UNDIP terdiri dari mahasiswa lintas program studi di Universitas Diponegoro. Kolaborasi multidisiplin ini menjadi kekuatan utama dalam merancang program kerja yang tidak hanya berbasis pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga didukung oleh pendekatan keilmuan dari berbagai bidang.
Dalam acara tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan, Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A. dari Administrasi Bisnis FISIP UNDIP, memaparkan dua program utama yang akan dijalankan oleh tim KKN-T IDBU 21 UNDIP, yaitu penyusunan Masterplan Desa dan pengembangan Portofolio Inovasi Desa.
Penyusunan Masterplan Desa akan dilakukan melalui proses identifikasi potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang ada di Desa Campuranom. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi program pembangunan desa yang lebih terarah, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat Desa Campuranom sebagai desa agraris di lereng gunung dengan potensi pertanian yang kuat.
Masterplan Desa yang disusun juga diarahkan untuk mendukung pengembangan desa berbasis prinsip regeneratif, sirkular, dan berkelanjutan. Prinsip regeneratif menekankan pentingnya memulihkan dan meningkatkan kualitas sumber daya desa, khususnya dalam konteks pertanian, lingkungan, dan tata kelola potensi lokal. Prinsip sirkular mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien, pengurangan limbah, serta pengembangan nilai tambah dari potensi yang telah tersedia di desa. Sementara itu, prinsip berkelanjutan menjadi dasar agar setiap program yang dirancang tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan desa dalam jangka panjang.
Selain penyusunan masterplan, tim KKN-T IDBU 21 UNDIP juga akan mengembangkan Portofolio Inovasi Desa sebagai bagian dari penguatan Desa Campuranom menuju desa yang regeneratif, sirkular, dan berkelanjutan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengembangan alat perangkap hama bertenaga surya. Alat ini bukan sekadar light trap biasa, tetapi dilengkapi dengan sejumlah fitur inovatif, di antaranya pelacak pintar arah matahari untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi surya, blower penghisap serangga, serta sistem Internet of Things atau IoT untuk menghitung jumlah serangga yang tertangkap dan mengintegrasikan datanya ke ponsel.
Selain pengembangan alat, program ini juga akan disertai edukasi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI untuk membantu mendeteksi jenis serangga dan mencari informasi mengenai penanganan atau treatment yang tepat. Melalui pendekatan ini, teknologi tidak hanya diperkenalkan sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat dalam mendukung pengelolaan pertanian yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis data.
Program ini berada di bawah pendampingan tim dosen lintas disiplin, yaitu Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A. dan Rendy Ega Pradhana, M.A.B. dari Administrasi Bisnis FISIP UNDIP, Chaieydha Noer Afiefah, S.P., M.Sc. dari Agroekoteknologi FPP UNDIP, serta Alfia Putri Wulandari, S.T., M.T. dari Teknik Elektro Fakultas Teknik UNDIP. Keterlibatan dosen dari berbagai bidang keilmuan ini diharapkan mampu memperkuat integrasi antara aspek tata kelola, pertanian, teknologi, energi, dan pemberdayaan masyarakat.
“KKN-T IDBU 21 UNDIP di Desa Campuranom tidak hanya diarahkan untuk menjalankan program kerja jangka pendek, tetapi juga membangun dasar pengembangan desa dalam beberapa tahun ke depan. Melalui penyusunan masterplan desa dan pengembangan portofolio inovasi, kami berharap Desa Campuranom dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang regeneratif, sirkular, dan berkelanjutan,” ujar Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A., Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T IDBU 21 UNDIP.
Kegiatan KKN-T IDBU 21 UNDIP juga memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap pertanian berkelanjutan, SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemanfaatan energi surya, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi tepat guna, SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui perencanaan desa, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Pemerintah Desa Campuranom dan Pemerintah Kecamatan Bansari menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN-T IDBU 21 UNDIP. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi desa secara lebih optimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan setelah kegiatan KKN selesai dilaksanakan.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN-T IDBU 21 UNDIP di Desa Campuranom. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu desa dalam memetakan potensi, merumuskan arah pengembangan, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dan mendukung Desa Campuranom menjadi desa yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Wirawan, S.T., Kepala Desa Campuranom.
Melalui kolaborasi antara Universitas Diponegoro, Pemerintah Desa Campuranom, Pemerintah Kecamatan Bansari, dan masyarakat, program KKN-T IDBU 21 UNDIP diharapkan dapat menjadi sarana implementasi ilmu pengetahuan di masyarakat sekaligus mendorong Desa Campuranom sebagai desa percontohan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, inovasi desa, dan pembangunan berkelanjutan.

