Perkembangan kondisi politik dan ekonomi Indonesia menjadi isu yang penting untuk dipahami oleh mahasiswa sebagai generasi muda sekaligus calon pemimpin bangsa di masa depan. Dinamika ekonomi global, perubahan kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, hingga kondisi geopolitik internasional memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori di dalam perkuliahan, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang sedang terjadi di masyarakat. Sebagai bentuk upaya meningkatkan wawasan dan kesadaran mahasiswa terhadap isu tersebut, HMPS Administrasi Bisnis menyelenggarakan kegiatan EKOPOLIS dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Mendorong Politik yang Berdampak pada Pembangunan Ekonomi.”
Kegiatan EKOPOLIS dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026 dan bertempat di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Kegiatan ini menghadirkan Bangkit A. Wiryawan, S.Sos., M.A., Ph.D. sebagai pemateri dan Dhaifina Idznitia Apriyani Naimi, S.M., M.B.A. sebagai moderator. Forum diskusi ini diikuti oleh mahasiswa Administrasi Bisnis dan mahasiswa dari berbagai angkatan yang memiliki ketertarikan terhadap isu politik dan ekonomi nasional. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini serta mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam mengawal kebijakan publik dan pembangunan nasional.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kaprodi Administrasi Bisnis, Ketua HMPS Administrasi Bisnis 2026 yang diwakilkan oleh Wakil Ketua HMPS Administrasi Bisnis 2026, serta Ketua Pelaksana EKOPOLIS. Setelah pembukaan, moderator memperkenalkan pemateri sekaligus membuka sesi diskusi. Dalam pemaparannya, Bangkit A. Wiryawan menjelaskan bahwa hubungan antara politik dan ekonomi tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling memengaruhi dalam proses pembangunan negara. Pemateri juga menjelaskan sejarah perkembangan ilmu ekonomi yang awalnya muncul dari pembahasan politik dan peran pemerintah dalam mengatur kehidupan masyarakat.
Pada sesi materi, pemateri membahas perjalanan ekonomi Indonesia sejak era reformasi 1998 hingga kondisi saat ini. Menurut pemateri, Indonesia sempat mengalami berbagai tantangan ekonomi akibat lemahnya tata kelola ekonomi pada masa sebelumnya. Namun, kondisi ekonomi Indonesia perlahan mengalami perbaikan pada masa pemerintahan setelah reformasi meskipun masih menghadapi berbagai kritik dan tantangan pembangunan. Pemateri juga menyinggung kondisi pandemi COVID-19 yang menyebabkan kontraksi ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Walaupun demikian, Indonesia dinilai mampu bangkit kembali dan tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di kawasan ASEAN karena memiliki jumlah penduduk yang besar serta konsumsi domestik yang kuat.
Selain membahas pertumbuhan ekonomi, pemateri juga menjelaskan bahwa Indonesia masih berada pada kategori lower middle income country dengan pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen setiap tahun. Pendapatan per kapita Indonesia disebut berada di kisaran 4.000 dolar AS, namun angka tersebut dinilai belum cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa investasi menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Saat ini, investasi di sektor pertambangan berkembang cukup pesat, terutama di wilayah Sulawesi. Akan tetapi, sektor tersebut dianggap belum mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebesar sektor manufaktur.
Kondisi ekonomi Indonesia saat ini juga dipengaruhi oleh faktor global seperti inflasi dunia, pelemahan nilai tukar rupiah, dan persaingan investasi dengan negara lain seperti Vietnam dan Malaysia. Pemateri menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi kendala dalam pengembangan industri teknologi tinggi akibat regulasi yang dianggap cukup rumit. Selain itu, tingkat pengangguran Indonesia yang berada di angka sekitar lima persen masih tergolong tinggi apabila dibandingkan dengan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat sektor industri, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
Dalam diskusi tersebut, pemateri juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dan politik. Mahasiswa dinilai memiliki posisi penting dalam mengawal kebijakan pemerintah serta menyuarakan kepentingan masyarakat. Gerakan mahasiswa tahun 1998 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu mendorong perubahan besar dalam sistem pemerintahan Indonesia. Menurut pemateri, organisasi mahasiswa seperti BEM dan senat mahasiswa masih relevan hingga saat ini karena mahasiswa tetap menjadi kelompok yang kritis terhadap berbagai persoalan sosial dan kebijakan publik.
Sesi diskusi berlangsung secara interaktif karena peserta aktif memberikan pertanyaan dan tanggapan terkait materi yang disampaikan. Salah satu peserta menanyakan apakah idealisme generasi muda saat ini mulai berkurang akibat pengaruh lingkungan dan kepentingan tertentu. Pemateri menjelaskan bahwa generasi muda pada dasarnya masih memiliki idealisme yang tinggi karena belum banyak dipengaruhi kepentingan pribadi. Akan tetapi, kondisi lingkungan dan tekanan sosial sering kali membuat seseorang perlahan berubah ketika memasuki dunia kerja atau pemerintahan. Selain itu, peserta juga menanyakan mengenai tingginya angka korupsi di Indonesia dan kaitannya dengan nilai Pancasila. Pemateri menjelaskan bahwa setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi yang dihadapi pada masanya.
Melalui kegiatan EKOPOLIS, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai kondisi politik dan ekonomi Indonesia, tetapi juga mendapatkan ruang diskusi akademik yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan analitis. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertukar pandangan serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan nasional. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi, mengawal kebijakan publik, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia di masa depan. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu sosial, politik, dan ekonomi yang sedang berkembang di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan seperti EKOPOLIS diharapkan dapat terus diselenggarakan sebagai sarana edukasi dan pengembangan wawasan mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang kritis, adaptif, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.