Salatiga (09/05) Si Nomi merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi Kreatif HMPS Administrasi Publik Universitas Diponegoro. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan kreativitas wirausaha di kalangan mahasiswa Administrasi Publik, sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Tahun ini, Si Nomi dilaksanakan pada Sabtu, 09 Mei 2026, dengan mengusung tema “Fostering Sustainable Growth : Mengenal Alam, Menciptakan Karya, Membangun Usaha”. Lokasi kegiatan berada di Menepilah Cafe & collaborative space, yang terletak di Pulutan, Kec. Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri dari panitia dan mahasiswa Administrasi Publik FISIP Undip.
Sesi utama kegiatan diisi oleh perwakilan dari Rintik Hujan Gang, sebuah UMKM yang berfokus pada pengolahan produk kreatif yang menggukan teknik ramah lingkungan seperti penggunaan teknik Cyanotype dan menjadi produk bernilai ekonomis seperti totebag cyanotype. Dalam paparannya, tim Rintik Hujan Gang menjelaskan tentang desain produk tote bag cyanotype terinspirasi dari sebuah proses cetak fotogram yang memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan warna biru prusia yang khas. Dengan inovasi yang berkelanjutan, Rintik Hujan Gang menjadikan produk ini mendorong transisi dari penggunaan tas belanja pelastik sekali pakai menjadi totebag kain yang artistik. Peserta sangat antusias dalam sesi ini dan aktif berdiskusi serta bertanya. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop praktik pembuatan produk dari cairan tinta berwarna hijau yang di oleskan ke kain tote bag yang dibimbing langsung oleh tim Rintik Hujan Gang. Peserta melakukan praktik bersama-sama dibarengi dengan melakukan meramban disekitar area cafe. Setelah sesi workshop, peserta peserta melakukan penjemuran totebag di bawah sinar matahari.
Setiap peserta membawa pulang hasil kerajinan mereka sebagai bentuk pengalaman nyata dalam mengelola produk kreatif ramah lingkungan serta menjadi barang bernilai jual. Kegiatan diakhiri dengan pemberian buah tangan kepada Rintik Hujan Gang sebagai bentuk apresiasi, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia. Sebelum kembali ke Semarang, seluruh peserta beristirahat sejenak menikmati pemandangan pegunungan yang ada di kawasan Menepilah Cafe . Kegiatan Si Nomi 2026 menjadi refleksi nyata bagaimana mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan, tidak hanya dalam bidang kewirausahaan tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Dengan semangat inovasi, kegiatan ini membuka wawasan peserta untuk melihat peluang ekonomi kreatif sebagai potensi yang dapat dikembangkan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

